Wyanet Falasifa Paramasanthaty

Menikmati pagi, sore dan malam secangkir kopi panas, santai tanpa batas ............-2904-...........

Twitter: @aranetnet .......
E-mail: anetfala@gmail.com
Background Illustrations provided by: http://edison.rutgers.edu/

Cuma ini yang aku miliki

Ibarat 1 biji jagung di antara biji jagung lainnya, mungkin aku tergolong jenis yang sama, kecil, tak berisi dan bahkan tak terlihat atau mungkin tertutup dengan yang lain..

Aku BUKAN lah sosok yang ingin memimpin, sosok yang mampu memberikan dampak besar bagi kehidupan orang lain, sosok yang ahli dalam berbagai bidang, sosok yang mampu berfikiran logis dan menyukai hal-hal filosofis,

Aku BUKAN lah mereka..

Aku hanya sosok yang biasa saja, tidak serius, dengan pemikiran seadanya, tidak ingin terlibat dengan suatu ‘perdebatan’, aku sosok yang selalu mengalah karena aku tidak suka menambah bahkan menyulut api.. Diam, itu pilihanku..

Sebagian orang meremehkanku, sebagian menerimaku apa adanya, meski aku tidak tahu tuluskah mereka..

Aku berusaha tidak menghiraukannya, tetapi sebenarnya terkadang aku masih memiliki nafsu dan ambisi. Dan sebenarnya aku sudah berusaha memperbaiki diri agar bisa seperti mereka. Namun apa daya..

Disisi lain, aku pun sering bermonolog ria dengan diriku sendiri,

'Kamu, apakah kamu akan terus membiarkan semua ini mengalir begitu saja? Apakah kamu tidak merasa terbelakang? Apakah kamu rela membiarkan semua ini?'

Aku menjawab..

'Seandainya aku tahu satu hal yang mampu menghancurkan tembok itu, pasti aku bisa mengatasinya sejak lama.'

Tetapi aku kembali bertanya..

'Apakah ada mereka (selain orang tuaku) yang benar-benar tulus menghargaiku, dengan segala kekurangan yang kumiliki?'

Maafkan jika aku belum bisa menjadi sahabat dan rekan yang menguntungkan.

Yang aku miliki hanya:

Aku dengan segala kekuranganku, dengan pengetahuan yang terbatas, hanya ingin membuat orang-orang di sekelilingku merasa damai berada di dekatku, tak banyak usaha yang kulakukan, tujuanku tidaklah terlalu muluk..

Aku hanya ingin melihat satu guratan senyum yang tersirat di wajah kalian saat berada di sekitarku.

Dan aku sangat amat menghargai dan menghormati setiap orang di sekelilingku, siapa pun mereka..

Hanya itu,
mungkin kalian berfikir ini sangat tidak berambisi dan rendah sekali bila dijadikan suatu tujuan.

Tetapi yang terpenting aku melakukan itu dengan tulus dan ikhlas..

:)

Janganlah berganti

Baru saja berakhir
Hujan di sore ini
Menyisakan keajaiban
Kilauan indahnya pelangi

Tak pernah terlewatkan
Dan tetap mengaguminya
Kesempatan seperti ini
Tak akan bisa di beli

Bersamamu kuhabiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya

Melawan keterbatasan
Walau sedikit kemungkinan
Tak akan menyerah untuk hadapi
Hingga sedih tak mau datang lagi

Janganlah berganti..

-SahabatKecil :”)

Sang pujaan tak juga datang..
Angin berhembus bercabang..
Rinduku berbuah lara..

By

Angin pujaan hujan

Siapapun dia yg ada disampingmu..
Siapapun mereka..
Sekalipun akhirnya kau melupakanku..
Tanpa ingat siapa aku..

Senang bisa mengenal, tertawa dan menangis karenamu..

:)